Rasa Penasaran


Image result for GALAU
Foto : Google
Matahari pagi memancarkan sinarnya dari jendela kamarku, aku segera bergegas mengambil handuk lalu ke kamar mandi. Hari ini jadwal kuliahku pukul 08.00 pagi, dan semalam aku sudah membuat janji dengan temanku yang juga kakak kelas satu jurusan denganku untuk berangkat kuliah bareng, kebetulan tempat kos kami berdekatan.

Ketika selesai bersiap-siap, aku langsung menghubungi temanku untuk segera menunggu di depan kosku agar kita bisa langsung berangkat.

“Nanti malam kita belajar bareng yuk dek, di tempat biasa kita bertemu sambal makan es krim”, ucap temanku.
“boleh, nanti kabari saja kakak maunya jam berapa”, jawabku sambil terus mempercepat langkah karena jam sudah menunjukan pukul 07.50 pagi.

Sesampainya di kampus, kita menuju ruangan kelas masing-masing. Tak berselang lama aku kembali keluar dari ruangan kelasku untuk mengambil kertas absen, tiba-tiba kak risky (panggilan temanku yang tadi berangkat bareng denganku) ia muncul dari ruang kelas yang berada di depan ruangan kelasku, sontak aku kaget melihatnya karena kita bebarengan ketika membuka pintu.

Anehnya kita tidak saling menegur satu sama lain, entah karena dia malu dengan teman-temannya atau mungkin ada sesuatu hal yang membuatnya marah denganku sehingga ia tidak menyapaku. Aku sendiri jujur saja sangat pemalu untuk menegur duluan dengan lawan jenis.

Ketika malam hari, aku memenuhi janjiku untuk menemaninya belajar bareng, ketika bertemu kita sangat akrab dengan candaan seperti biasanya, sambil membahas pelajaran yang sudah ia kuasai kemudian ia mengajarkannya kepadaku. sama persis yang terjadi ketika kita berbincang di sosial media, dia sering bercerita denganku mengenai banyak hal, begitupun sebaliknya denganku.

“Dek, besok kita berangkat kuliah bareng lagi ya”. Ia bertanya kepadaku sebelum mengakhiri pertemuan kita malam ini.
“Iya kak, kakak kabari saja besok kalau sudah sampai depan kos ku”. Jawabku kepadanya.

Esok hari telah tiba, seperti biasa kita berjalan dan berbincang sebelum sampai tujuan, kita sama-sama kuliah di Politeknik Negeri Jakarta pun halnya dengan jurusan yang kita ambil yakni jurusan Akuntansi. Dia sangat sama denganku, menyukai menghitung banyak angka dibanding dengan harus menghafal banyak tulisan.

Setelah sampai di kampus, seperti sebelumnya, kita terlihat dua orang asing yang tidak saling mengenal, aku sering berpapasan denganya ketika makan di kantin, ketika menuju mushola, bahkan ketika berkumpul satu organisasi dengannya. Aku dan dia juga sama-sama sebagai staf himpunan di jurusan kita.

Aku tidak tahu ada sesuatu hal apa yang membuat ia tidak menyapaku bahkan hanya kadang sesekali ia senyum kepadaku, aku berfikir mungkin ia malu dengan teman-temannya Karena takut diledikin, aku tahu ia sering berjalan dengan segerombolan teman-teman perempuannya karena memang mayoritas satu kelasnya adalah perempuan, atau mungkin ada hati yang harus dijaga ketika ia sedang di kampus.

Entahlah aku hanya menjalankan tugasku dengan baik untuk menjaga tali persaudaraan antar manusia, aku pun tidak mau membencinya hanya karena hal kecil yang membuatku bertanya-tanya ada apa dan kenapa ia tidak menegurku ketika disuatu tempat.

Post a Comment

0 Comments