Proyek pembangunan sarana olahraga UI yang sedang berjalan / foto: Mila Arinda Putri
Depok – Universitas Indonesia yang
sebelumnya sudah mempunyai Gymnasium dan Stadion sebagai sarana olahraga, namun
kali ini UI akan membangun sarana olahraga indoor (di
dalam ruangan). Pembangunan tersebut diperkirakan selesai enam bulan lebih,
dihitung mulai dari bulan Juli.
“Saat ini sudah berjalan selama 3 bulan,
kita dikasih waktu pengerjaan selama 6 bulan, tapi mungkin kita minta
perpanjangan waktu dari pihak UI, karena 6 bulan belum bisa dipastikan
benar-benar rampung semuanya,” ujar Adek selaku satpam proyek yang sedang
berjaga di depan pintu proyek pembangunan pada pukul 15.00 WIB, Jumat (04/08).
Pembangunan sarana olahraga tersebut
dilakukan hingga zona 5. Zona 2 dibangun untuk penonton, sedangkan zona 4 akan
dibangun kolam renang. Zona-zona tersebut berada di satu titik yaitu yang
dulunya digunakan sebagai lapangan basket, voly dan tenis lapangan.
Pembangunan yang menelan biaya hingga 55
miliar tersebut sebelumnya harus menebang pohon-pohon besar yang berada di
dalam lapangan. Kayu-kayu yang telah ditebang akan dikelola oleh pihak UI. Para
pekerja proyek hanya bertugas menebang pohon dan menanam kembali jumlah pohon
sesuai yang sudah ditebang, jika pembangunan sudah rampung dilaksanakan.
Pembangunan yang harus menutup satu
jalur atas yang menghubungkan Politeknik Negeri Jakarta dengan Universitas
Indonesia harus ditutup sementara sehingga para pengguna jalan harus
menggunakan jalur bawah yang sebelumnya digunakan untuk jalanan masuk satu arah
menuju PNJ, dan kini digunakan jalur dua arah.
Penutupan jalan tersebut dilakukan agar
memudahkan para pekerja untuk memasukkan material yang menggunakan mobil besar
menuju ke dalam lapangan. Para pekerja sudah meminta izin kepada UI untuk
menutup jalan, namun jika diperlukan untuk dibuka, satpam akan membukakan pintu
jika tidak ada alat berat yang sedang beroperasi di dekat jalanan tersebut.
“Kemaren anak-anak drumband yang
ingin dibukakakan pintu untuk latian, tetap dibukakan selagi bisa dan tidak
memahayakan keselamatan, sejam doing paling. Kalo ada besi, ada alat berat,
kita tidak memungkinkan membuka ya tidak dibuka. Yang dulu PKKP PNJ juga
dibuka,” kata Adek. (Mila Arinda Putri)

0 Comments