Fitri, panggilan akrab nya, ia adalah salah satu
mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta yang sudah menginjak semester 5, ia
mengambil jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, tepatnya program studi
Jurnalistik. Alasan fitri mengambil program studi jurnalistik yaitu karena ia
penasaran dengan sistem kerja di media, bagaimana seorang reporter televisi
tidak pulang ketika libur hari raya, atau harus mengahabiskan hari-harinya di
kantor hingga larut malam.
Fitri yang dulunya di SMA mengambil jurusan IPA, kini
ia harus banting setir ketika masuk jurnalis yang harus bermain kata-kata bukan
angka yang seperti dulunya ia di SMA.
“Pas dari SMA, otak saya sudah
dipenuhi dengan angka dan itung-itungan, tiba-tiba waktu kuliah ini disuruh terjun
menjadi seorang pengolah kata, yang kebanyakan buat anak yang mengambil jurusan
IPS waktu SMA nya, ya saya lumayan banting setir, jadi harus berjuang” ucap
Fitri dengan lantangnya.
Alasan kedua Fitri ingin masuk jurnalistik karena
tidak ingin masuk keperawatan “ngerawat diri sendiri aja belom bener, apalagi
mau ngrawat orang lain,” ucap fitria sambil sembari tertawa berbahak-bahak.
Foto:Dokumentasi Pribadi
Fitri adalah satu dari 3 bersaudara yang sudah
menginjak bangku perkuliahan, ia mempunyai 2 orang adik perempuan yang satu
masih SMA sedangkan yang satunya lagi masih SMP. Ibunya seorang pekerja swasta
yang bekerja di kantor dan sehari-harinya harus pulang menjelang malam, sedangkan
ayahnya yang bekerja sebagai ketua RT di kompeknya.
Pada semester satu, fitri tidak mengikuti kegiatan
apapun di kampus, ia masih menyesuaikan dengan tempat perkuliahan yan harus
bolak-balik antara kampus di Depok dengan kampus yang kerjasama di Pondok Cabe.
Fitri adalah salah satu mahasiswi yang diterima di PNJ namun harus dapat kelas
di Pondok Cabe yang sangat jauh dari rumahnya, ia tinggal di Citayam.
“capek kalau harus pulang pergi
Poncab ke rumah, apalagi biasanya harus ada dua kelas, misalkan paginya di
Poncab abis itu siangnya di Depok. Untungnya bareng temen aku sih naik motor,
kalau naik kreta bisa lebih lama lagi dan berdesak-desakan,” ucap Fitri.

0 Comments