Foto : Mila Arinda Putri
Pasar tradisional sudah menjadi tempat langganan bagi banyak orang untuk berbelanja. Tak kalah dengan pusat perbelanjaan ternama, pasar tradisional menjual segala macam kebutuhan mulai dari buah-buahan, pakaian, hingga perabotan rumah tangga.
Alasan seseorang berbelanja di pasar
tradisional karena harganya lebih murah, bisa tawar-menawar, buka lebih pagi,
dan tidak perlu memakai baju bagus untuk berbelanja. Bukan hanya itu jika
berbelanja di pasar tradisional, kita juga bisa membantu mendukung usaha-usaha
kecil.
Seperti salah satu pasar tradisional
yang ada di Depok yaitu pasar kemiri muka yang berada di jalan Swadaya Raya
Kemiri Muka. Pasar dengan luas sekitar 2,6 Ha ini berada disebelah kiri
terminal Depok dan Stasiun Depok Baru.
Dengan segala macam aktifitas yang
berada di wilayah tersebut menjadikan Pasar Kemiri Muka selalu ramai dengan
para pembeli. Pasar yang buka selama 24 jam ini paling banyak menjual berbagai
macam perabotan rumah tangga dan buahan-buahan.
Pada April tahun 2018, Pasar Kemiri Muka
pernah akan digusur oleh Pemerintah Kota Depok dengan alasan akan dibangun
kembali pasar tradisional modern, namun para pedagang tidak menyetujuinya
hingga mereka berdemo. “Itu salah satu permainan politik, ya biasa namanya juga
orang cari uang.
Tapi waktu itu saya tidak ikut demo”
ucap Kasbani, salah satu pedagang tempe di Pasar Kemiri Muka yang sudah
berjualan dari tahun 1987.
Hingga saat ini pasar tersebut masih
berdiri dengan ratusan pedagang dan kios-kios yang berjejeran.
Meskipun keadaan jalanan yang becek,
sampah yang berserakan dan bau menyengat dari sampah-sampah tersebut, namun
para pedagang masih tetap berjualan untuk mencari nafkah demi menghidupi
keluarganya.
Kasbani telah menghidupi keluarganya
hingga anak-anaknya bisa masuk perguruan tinggi dan membangun usaha sendiri
berkat ia yang berjualan tempe di Pasar Kemiri Muka. Meskipun anak-anaknya
sudah sukses, ia tetap berjualan di pasar tersebut dengan alasan agar ia tidak
menganggur. (Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta – Mila Arinda Putri)
Berita ini telah dimuat pada situs web Bandung Berita.

1 Comments
Semangat untuk para pedagang yang mencari nafkah utk keluarganya!
ReplyDelete